CARA MENGUKUR DAN MEMPERCEPAT METABOLISME TUBUH

Orang yang terlahir dengan metabolisme tubuh yang tergolong cepat termasuk beruntung. Mereka bisa makan semaunya tanpa ada kekhawatiran menjadi gemuk. Tetapi tak perlu khawatir jika tidak termasuk dalam kategori metabolismenya cepat, karena dengan berusaha, metabolisme tubuh bisa dipercepat.
Sering anda jumpai banyak orang melahap apa saja namun badannya tetap terjaga atau tetap singset ideal (langsing)? bagaimana rahasianya?
Penyebabnya tidak lain karena metabolismenya tergolong cepat. Semakin cepat tubuh melakukan metabolisme makanan (mengubah menjadi kalori dan pembakarannya), mudah bagi kita untuk menurunkan berat badan. Jika kalori yang ada di dalam tubuh lebih banyak dibakar, maka sisanya (kalori) menjadi sedikit untuk diubah menjadi lemak terus tersimpan dalam tubuh.

ARTI METABOLISME TUBUH DAN CARA MEMPERCEPAT METABOLISME TUBUH

metabolisme tubuhSebelum menginjak tentang permasalahan metabolisme, perlu kiranya kita mengetahui dua hal, yaitu : metabolisme tubuh dan metabolisme basal. Metabolisme tubuh adalah pertukaran zat meliputi pembentukan dan penguraian zat organik dalam tubuh. Metabolisme pada dasarnya menunjukkan jumlah pembakaran kalori oleh tubuh pada setiap menit. Adapun metabolisme basal menunjukkan energi minimal yang dibutuhkan tubuh untuk



mempertahankan kegiatan fisik dasar seperti, peredaran darah, pernafasan, peristalsis ( gerakan pengerutan, pengenduran dinding usus), peredaran getah bening, kegiatan kelenjar, pengaturan suhu badan, dan masih banyak lagi.

Sesungguhnya tubuh kita melakukan pembakaran kalori di setiap saat. Tidak saja pada saat kita melakukan aktivitas rutin sehari-hari maupun pada saat kita berolah raga. Pada saat kita rehat atau tidur, tubuh kita tetap bekerja menjalankan fungsinya, misalnya membuat jantung berdenyut, bernafas, maupun menggerakkan organ vital lainnya, kesemuanya membutuhkan kalori dengan jumlah banyak (kurang lebih 70% dari keseluruhan kalori di tubuh kita untuk menjalankan fungsi dasar tersebut selama sehari semalam).

Besarnya kecilnya jumlah pembakaran kalori untuk menjalankan fungsi dasar pada setiap orang berbeda - beda. Makin kecil jumlah kalori tubuh kita dibutuhkan untuk menjalankan fungsi dasar tersebut, maka kecepatan metabolisme tubuh juga semakin rendah.

Apabila kecepatan metabolisme tubuh rendah, cenderung menjadikan tubuh menjadi gemuk. Disebabkan pembakaran kalorinya hanya sedikit. Dengan begitu badan tetap gemuk, meski sudah berusaha untuk membatasi jumlah konsumsi serta hanya memakan jenis makanan rendah kalori. Jika mengonsumsi makanan melebihi jumlah kebutuhan akan semakin banyak saja kalori tersisa untuk diubah menjadi cadangan lemak dalam tubuh.

Biasanya dari anak - anak hingga remaja, kecepatan metabolisme tubuh kita tergolong sangat cepat. Kecepatan metabolisme tubuh akan mulai melambat pada usia dewasa, kemudian semakin lambat lagi pada usia tua. Maka dari itu, semakin usia kita tua, maka semakin sulit bagi kita untuk menurunkan berat badan.

Kecepatan metabolisme tubuh pada wanita dengan priapun berbeda. Wanita lebih mudah menjadi gemuk dibandingkan pria. Meskipun sang pria banyak mengkonsumsi makanan. Bahkan, sekalipun pria itu bertubuh tambun, maka untuk menurunkannya relatif lebih mudah. Sebab kecepatan metabolisme tubuh pria lebih cepat dari pada metabolisme tubuh wanita. Lemak pada wanita, cenderung disimpan di bagian paha dan pinggul, adapun lemak pada pria biasanya disimpan di bagian perut.

MENGUKUR METABOLISME TUBUH


Cara mudah untuk mengetahui kecepatan metabolisme tubuh seseorang yaitu dengan melihat hubungan antara bentuk tubuh dengan olahraga atau diet. Seseorang dikatakan memiliki metabolisme tubuh cepat, apabila orang tersebut tetap berbadan ideal, meskipun banyak mengkonsumsi makanan serta jarang melakukan olah raga. Sebaliknya, seseorang dikatakan mempunyai metabolisme lambat, apabila telah menghindari makanan - makanan menggemukkan, tetapi badan masih saja gemuk.

Dalam pandangan medis, menentukan metabolisme tubuh tidaklah sesederhana itu. Profesor Don Chisholm, Kepala Program Riset Metabolisme Tubuh di Institut Kesehatan Garvan, Sydney Australia, mengatakan upaya mengetahui tingkat metabolisme tubuh dapat dilakukan dengan mengukur kadar oksigen serta karbondioksida dalam pernafasan seseorang. Semakin sedikit oksigen serta semakin banyak karbondioksida menunjukkan makin banyaknya bahan bakar digunakan tubuh, sekaligus menunjukkan tingginya tingkat metabolisme. Menurut Chisholm “ cara lain adalah meneliti urine setelah beberapa hari meminum air mineral yang diproduksi dengan deuterium ( hidrogen berat ). Kadar hidrogen berat terurai menjadi indikator tingkat metabolisme tubuh.

MEMPERCEPAT METABOLISME TUBUH

Olah raga merupakan cara efektif untuk mempercepat metabolisme tubuh sesorang. Semakin banyak kalori tubuh yang dibakar, semakin sedikit pula sisa kalori tersimpan di tubuh. Menurut Profesor Don Chisholm, olahraga dapat meningkatkan metabolisme tubuh antara 20 (duapuluh) hingga 30 (tigapuluh) persen ,bahkan bisa lebih dari 50 (limapuluh) persen.

Perbedaan kecepatan metabolisme tubuh pada setiap orang bukanlah alami. Perbedaan tersebut lebih disebabkan jumlah makan yang dikonsumsi seseorang serta frekwensi seseorang dalam melakukan rutinitas olah raga. Sebab setiap jenis olah raga akan berguna untuk membakar kalori tubuh.

Agar metabolisme tubuh kita menjadi lebih cepat, maka olah raga ringan perlu dilakukan secara rutin. Paling tidak selama 30 - 45 menit, dilakukan setiap hari atau paling tidak 4 kali dalam seminggu. Olah raga ringan seperti jogging, bersepeda, jalan kaki, lari keliling lapangan, paling cepat memberikan manfaat. Keuntungan lainnya, aktivitas tubuh dalam membakar kalori selama olah raga tidak langsung berhenti begitu selesai berolahraga, namun tingkat metabolisme tubuh masih tetap tinggi hingga beberapa waktu setelah berolah raga. Maksudnya, sesudah melakukan aktifitas olah raga selama 30 - 40 menit, tubuh justru membakar kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk melakukan olah raga itu sendiri.

Latihan beban juga direkomendasikan baik untuk memacu metabolisme tubuh. Sebab, latihan beban akan meningkatkan massa metabolisme basalnya sendiri. Jadi otot tubuh secara konstan akan terus membakar kalori meskipun tidak melakukan kegiatan sama sekali. Karena itu, semakin meningkat massa otot, semakin tinggi pula kecepatan metabolisme tubuh.

Olah raga ringan seperti aerobik, kemudian dikombinasikan dengan latihan beban, merupakan perpaduan efektif untuk mempercepat metabolisme tubuh seseorang. Akan tetapi jangan sampai, setelah melakukan rutinitas olah raga secara teratur, kemudian kita berhenti berolah raga. Karena seberat apapun olahraga kita dalam rangka meningkatkan metabolisme tubuh kita, kemudian kita berhenti berolahraga, maka dalam 2-3 hari metabolisme tubuh akan kembali melambat. Karena itu, olahraga perlu dilakukan secara teratur, agar kecepatan metabolisme tubuh bisa terjaga.

TERIMA KASIH, ANDA TELAH MENGUNJUNGI INFO SEPUTAR KITA. SEMOGA MENDAPATKAN MANFAAT

Comments

Popular posts from this blog

Koleksi Lengkap Warna, dan Ukuran Baju Pengantin Muslimah

Manfaat dan Cara Menggunakan Es Batu untuk Kecantikan

Inspirasi Model Baju Pengantin Jawa untuk Pasangan Muslim